Senin, 28 Maret 2016

Kesibukan saya "Apa?"

Sepertinya sudah lama gak nulis di blog ini lagi. Lebih suka nulis dan baca di lapak sebelah... maafkan saya.
Tadi aku sempat menulis lanjutan ceritaku dilapak sebelah, tapi masih dalam bentuk draft belum finishing. Entahlah, aku merasa jadi tumpul ide dan berkali-kali aku hapus cerita yang sudah aku ketik. ketik hapus lagi ketik hapus lagi.
Aku memang bukan seorang penulis sejati, aku hanya akan menulis ketika aku dalam kondisi mood dan tanpa adanya paksaan dan tekananan, ok aku lebay.
Mau kasih bahasan sedikit disini tentang apasih kesibukan aku (ceuileh gaya amet yah...)
Sempat ada pertanyaan kenapa updatenya lama? kenpa? itu karena aku lagi sibuk dan sok sibuk.
OK, mari kita berkenalan.
Aku seorang wanita (tentusaja), lulus Universitas tahun 2012, nah silahkan tebak usia saya.
Menikah muda di usia yang belum genap 22 tahun waktu itu. Eiiitttsss bukan MBA atau kena kasus kekerasan atau dijual ortu atau dipaksa CEO (Drama banget ini). Aku menikah mudah murni karena keputusanku dan suami yang waktu itu suamiku usianya belum genap 23 tahun (emezing kannnn...).
Tenang saja, suamiku sudah punya pekerjaan yang tetap dan alhamdulillah mapan. Buktinya udah bisa kebeli rumah dan isinya, kendaraan (bukan pamer yah... suwer bukan, biar kalian g meremehkan pernikahan usia muda).
3 bulan menikah, ternyata Tuhan memberikan kepercayaan kepada aku dan suami untuk mendapatkan seorang malaikat kecil yang cantik dan pintar..yupppsss namanya Farani dan aku manggilnya Alani.
Aku bisa dikatakan Mahmud Abas (Mama Muda Anak Baru Satu) hahahaha...
Aku pernah bekerja kurang lebih selama 9 bulanan di perusahaan Alat musik milik jepang. Terus keluar karena nikah dan ikut suami pindah kota yang jauuuuuhhhh dari rumah orangtuaku, fyi yah, perjalanan via mobil membutuhkan waktu 20-24 jam bahkan  bisa lebih. Bayangin tuh, gempor gak tuh pantat.
Aku mengasuh anakku sendiri, no babysitter, no PRT, no orangtua and no Mertua. Mulai dari lahir aku asuh sendiri (Aku hebat kannn...).
Saat ini Alani usianya 1 tahun 4 bulan, aku harus menjaga dan mengawasinya dengan Ekstra ketat karena ia sudah menjelajah kemanapun dan mengambil apa saja yang dapat ia jangkau. Makanya waktuku untuk nulis sangat jarang.
Aku juga memiliki usaha kecil-kecilan, aku seorang crafter, jadi aku memiliki produk yang aku buat sendiri seperti bros, headbandbaby, bandana, kalung, rok anak, rompi and all about quilting. Bayangkan repotnya.
Untuk anak, Rumah, Suami, Menulis dan Craft. Oleh karenanya aku hanya akan bisa menulis ketika malam hari. Aku kan menjadi kalong (ih amit-amit yah... ini ibarat ajah kok) demi pembaca ceritaku yang masih seuprit tapi sangat aku sayang itu.
Sebisa mungkin aku akn menulis dan walaupun updatenya lama, aku akan berusaha untuk selalu update ceritaku.
Nah, itu tadi sedikit tentang apa ajah kesibukanku (sedikit emang ceritannya, panjangan narasinya), semoga kalian memahaminya...

Sampai jumpa dan jangan lupa bahagia...

Tepatkah Pendidikanmu?

Aku bukanlah seorang pengajar, pengamat pendidikan bahkan seorang pakar pendidikan. Aku hanya akan membagi sedikit cerita tentang pendidikan yang pernah aku alami dan sudut pandang yang aku gambarkan saat ini.
Taman Kanak-kanak, sekarang mungkin sudah banyak istilah yang di gunakan seperti PlayGroub, Bimba, Paud dan TK sendiri juga masih cering kita dengar. Aku menghabiskan masa kanak-kanak ku di TK selama hampir 4 tahun, wow lama yah, memang. Bukan karena aku tidak bisa lulus, karena aku masuk TK saat usia ku 3 tahun dan pada saat itu usia minimal untuk masuk TK adalah 5 tahun. Pada waktu itu Playgroub dan Paud masih belum terlalu tenar.
Ternyata bersekolah TK terlalu lama walaupun aku masih sangat kecil tetapi ada sedikit memori di otakku yang masih aku ingat sampai sekarang. Pertanyaan yang selalu aku tanyakan kepada orang tuaku yang tidak pernah memberiku penjelasan pad waktu itu, “Kenapa aku tidak naik kelas ma?”.
Aku sangat mengingat itu, ketika semua teman-temanku bersiap untuk naik ke kelas TK B, aku masih stuck di TK A selama 2 tahun. OK itu tidak terlalu menggangguku, karena aku masih bisa melihat kawan-kawanku. Tetapi berbeda cerita ketika teman-temanku sudah lulus TK dan akan segera melanjutkan ke Sekolah Dasar. Sekali lagi aku sangat mengingat moment itu. Moment dimana ketika semua kawan-kawan ku saling bercerta bahwa mereka membeli buku baru, perlengkapan tulis dan sepatu baru untuk naik ke kelas 1. Aku pun ikut bercerita kalau aku juga akan membeli itu semua. Aku meminta kepada orang tuaku dan mereka hanya bilang “Iya nanti dibelikan.” Tetapi mereka tak pernah menjelaskan hal lain sampai pada saat semua temanku masuk SD dan aku tetap di TK, saat itu usiaku 6 tahun. Terlalu dini kata ibu ku untuk masuk SD sehingga aku mengenyam pendidikan TK B ku sekali lagi.
Sedih, bingung, merasa bodoh itulah yang aku rasakan saat itu, namun aku tak mampu untuk mengatakannya. Aku hanya diam dala kebingungan tanpa adanya penjelasan. Aku menikmati TK B ku sekali lagi. Kadang aku melihat teman-teman ku yang sudah mengenakan seragam SD terlihat sangat bahagia dan aku harus bersabar untuk bisa naik kelas 1 tahun lagi.
Jarak rumahku dengan TK dan SD tidaklah jauh, saling berdempetan yang hanya terpisahkan sebuah tembok atau bisa dikatakan tembok rumahku dan TK itu menyatu. Sepulang dari sekolah TK aku langsung ganti baju dan mengambil buku ku dan pensil lalu pergi ke SD. Aku selalu menghabiskan waktuku untuk belajar sambil berdiri di luar kelas di dekat jendela. Aku memperhatikan dan mengikuti pelajaran yang di berikan oleh guru di dalam kelas. Setiap hari aku melakukan itu, aku merasa sangat mampu dan bisa mengikuti pelajaran itu. Karena bagi ku itu sangat mudah, ingat, aku sudah hampir 4 tahun di TK dan mengulang pelajaran itu saja. Guru di kelas itu sepertinya memperhatikanku dan pernah menyuruhku untuk masuk kedalam kelas tetapi aku tidak mau. Bahkan ada beberapa guru yang bilang ke ayahku untuk menyekolahkan aku langsung di SD saja. Karena aku sudah mampu untuk memahami semua pelajarannya. Aku sudah bisa membaca dan menulis disaat murid kelas 1 SD itu masih sibuk untuk belajar menulis dan membaca. Tetapi ayahku menolaknya karena usia ku masih 6 tahun. Akhirnya suatu ketika ibu dan ayahku mengatakan padaku untuk jangan melakukan itu lagi, berdiri di luar jendela sambil mengikuti pelajaran. Ibuku selalu bertanya aku mau kemana saat aku sudah pulang sekolah TK, takut aku akan melakukan hal itu lagi. Dan pada akhirnya, aku tak pernah melakukan itu lagi.
OK, mari kita bahas untuk permasalahan ini.
Terkadang orang tua menuntut untuk anaknya menjadi yang terbaik diantara yang lain, menyerahkan anak mereka di berbagai lembaga pendidikan dengan maksud kelak anaknya kan lebih unggul dan berprestasi dari yang lain. Sama seperti kasus ku, namun bedanya adalah aku menikmatinya, hanya saja ada sedikit pertanyaan yang membutuhkan penjelasan dan orangtuaku tak memberikannya kepadaku. Memang benar, wawasan seorang anak tentunya kan bertambah dan itu tentu saja berbeda dengan anak-anak lain yang tidak mendapat pendidikan lebih. Tetapi apakah anak menikmatinya, apakah segala ilmu dan informasi yang ia dapatkan akan bertengger lama di otak anak-anak tersebut. Jawabannya ada 2, Iya dan tidak.
Iya, jika memang itu keinginan anak dan anak melakukannya sebagai bentuk passion yang ada dalam dirinya dan orang tua adalah sebagai fasilitator apa-apa kebutuhan yang ingin anak lakukan, tentunya dengan penjelasan baik buruknya, pandangan di kedepannya dan manfaatnya. Tetapi menurut saya, mungkin hanya sedikit anak yang akan melakukan itu. Seperti namanya, ANAK, mereka masih dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Mereka masih belum mampu memutuskan akan melakukan apa dan apa akibat serta manfaat dari tindakan mereka. Disinilah tugas dan peran orang tua untuk maju sebagai seorang pengarah serta pendukung seorang anak. Ingat, seorang anak tidak hanya bisa diarahkan tanpa adanya sebuah pendukung atau penunjang. Dan anak tidak hanya bisa didukung atau ditunjang (saya menganggap ini sebagai materiel, walaupun gak semuanya dinilai dari dari segi itu) tanpa adanya sebuah arahan.
Tidak, jika itu semua hanyalah obsesi dan keinginan dari orang tuanya. Apakah yang akan orang tua dapatkan dengan memaksa anaknya untuk ikut di segala proses belajar lembaga bimbingan atau ikut segala aktifitas edukatif lainnya? Tidak ada, mereka hanya akan melihat anak mereka tumbuh dalam sebuah tekanan, dalam sebuah kungkungan yang mungkin tak terlihat dan tak mampu terucap oleh mulut-mulut kecil mereka. Karena mereka hanya akan melakukan apa yang orang tua mereka perintahkan. Sekali lagi, mereka belum tahu untuk mengambil sebuah keputusan.
Disini aku sedikit menjelaskan, sebagai orang tua memang tidak ada salahnya untuk mengarahkan anak-anak mereka sesuai keinginan dari orang tua itu sendiri, tetapi perlu diingat, ketika terjadi penolakan dari sang anak dan jelas terlihat anak merasa tidak nyaman dengan hal tersebut, lebih baik tidak memaksakannya. Orang tua yang peka akan melihat sendiri dimana letak bakat dan minat anak mereka.
Kasus ini pernah terjadi padaku. Aku lebih senang dengan hal-hal yang berbau seni seperti menggambar dan membuat karya seni, aku sedikit kurang dalam urusan bahasa, seperti bahasa inggris. Tetapi apa yang orang tuaku lakukan, mereka menegurku sekali lagi, dan tanpa sadar mereka menghilangkan sebuah impian seorang anak. Aku sering menggambar denah rumah, aku sangat ingin bisa menggambar sebuah denah rumah dengan bagus seperti yang aku lihat di brosur-brosur perumahan. Tetapi orang tuaku menganggap itu hal yang sia-sia, menggambar dapat dilakukan ketika kau merasa senggang dan ketika kau sudah belajar. Aku mengikuti les bahasa inggris dan sampai aku lulus sekolahpun aku tak pernah mampu mengucap bahasa inggris dengan Fluently. Lucu kan?.
Andaikan saat itu orang tuaku mengarahkanku dan mendukungku mungkin kisahku akan berbeda, tapi tetap apapun itu aku bersyukur dengan apa yang sudah aku lakukan.
Itu sedikit gambaran yang pernah aku alami dan mungkin banyak juga dialami oleh anak-anak lainnya. Orang tua terkadang terlalu kolot dengan menganggap bahwa menjadi membanggakan adalah menjadi seorang anak yang mendapatkan nilai sempurna di bidang Sains. Oh god, semoga kita para orang tua dan calon orang tua tidak melakukan itu di generasi berikutnya.
Bukankah itu lucu sekali? Lalu seorang interpreter berpenghasilan jutaan dollar dan seorang seniman dengan harga karya seni yang mahal, seorang designer dunia tidak bisa dianggap membanggakan karena mungkin dulunya mereka bukanlah seorang anak yang ahli atau mendapat nilai sempurna di pelajaran sains mereka?.
Kita tak akan pernah tahu seperti apa masa depan kita nantinya, begitu pula seorang anak. Mereka masih sangat kecil ketika kita beranggapan masa depan mereka akan suram ketika anak itu mendapatkan nilai 5 di semua pelajarannya. Bukankah itu terlalu picik. Setiap anak manusia di lahirkan dengan garis takdir mereka sendiri-sendiri dan perlu dingat kalau bisa di catatat, Tuhan tidak akan menyiak-nyiakan mereka yang berusaha dengan sangat keras dan selalu bersyukur. Aku mulai ngelantur sepertinya.
Inilah mengapa perlunya peran orang tua cerdas dalam mendidik anaknya, tidak melulu menyerahkan semuanya pada pihak sekolah atau lembaga bimbingan belajar. Malah ada yang lebih lucu lagi, kerika seorang anak mendapatkan prestasinya, orang tua akan sangat bangga mengatakan pada semua orang bahwa itu merupakan hasil dari didikan mereka. Padahal mereka selalu sibuk untuk bekerja, sedangkan ketika anak mendapatkan masalah atau terjadi penyimpangan pada anak, orang tua akan mengatakan bahwa ini kesalahan dari pihak sekolah dan menggebu-gebu menuntut pertanggungjawaban. Ingat, sekolah bukanlah satu-satunya jalur pendidikan bagi anak. Ada pendidikan yang tidak bisa diajarkan di sekolah yang hanya bisa di ajarkan dirumah.
Semoga apa yang aku tulis sedikit memberikan gambaran untuk kita sebagai orang tua dan calon orang tua di kemudian hari.


Dan sekali lagi ingat, ini berdasarkan pemikiran yang berasaskan pengalaman pribadi dari penulis. Bukan rekayasa tulisan, rekayasa industry apalagi rekayasa genetika..oh..nooo…

Senin, 18 Januari 2016

Perjuangan Suami

Malam ini aku tanpa sengaja membaca pesan di hp suami, isinya ada seorang customer yang marah karena mobilnya mengalami kendala entah dibagian mananya yang jelas aku kurang paham masalah itu. Kebetulan suami ku seorang Service Advicer di salah satu bengkel ternama di bawah naungan astra groub.
Memang bidang kerja suamiku adalah pemberian pelayanan, namanya juga pelayanan, pasti yang diharapkan adalah kepuasan pelanggan. Tetapi perlu diingat, pelayan itu pun hanyalah seorang manusia. Ia memiliki keterbatasan dan kekurangan, memang tujuan atau visi misi dari sebuah perusahaan adalah mengurangi kesalahan atau mungkin planning mereka malah zero complaint or zero accident. Tapi bagaimanapun juga perlu diingat bahwa sekali lagi, yang bekerja ini MANUSIA bukan malaikat atau robot.
Kembali ke topik pembahasan, jadi si customer ini marah dan minta di tindak lanjuti oleh bengkel bahkan kalau perlu dari pihak pembuat mobilnya.
Menurut yang saya perkirakan, mungkin tadinya mobilnya tidak kenapa kenapa tapi setelah di service kenapa malah terjadi masalah oleh karena itu ia mengajukan komplain. Mungkin karena merasa sudah beli mobilnya mahal dan service juga mahal kok malah tidak memuaskan. Sekali lagi perlu di tekankan, yang mengerjakan service itukan manusia, mungkin memang terjadi kesalahan dan itu kan bisa dibicarakan baik baik. Kenapa sampai bawa bawa pabrik pembuatan mobilnya. Berfikir egois aku sampai berkata dalam hati "nah kamu siapa sampai bawa bawa nama pabriknya" walau memang benar sih, 1 suara itu bisa mempengaruhi semua tetapi attitudenya dia ketika komplain aku rasa cocok dikasih nilai 3 dari 10. Hal yang seperti ini kadang membuat suamiku merasa lelah. Ia sempat mengeluh kalau capek kerja seperti ini terus. Tapi mau keluar juga harus ada pekerjaan yang tetap dulu. Sebagai seorang istri aku hanya bisa menyemangati suamiku dan mendoakan ia supaya selalu sehat dan dalam lindungan Allah.
aku juga mengatakan padanya kalau dimana pun pekerjaan itu dan bagaimanapun jenisnya pasti adakalanya kita akan merasa capek dan jenuh, begitupu  aku yang notabenenya seorang ibu rumah tangga, pasti ada sisi jenuhnya dan capek. 
Setelah membaca pesan itu, aku melihat suamiku yang tertidur disebelahku. Kasihan rasanya, kadang aku terlalu cerewet dan menuntut ini itu. Kadang aku juga bertindak egois dengan tidak memahami posisinya yang capek yang lelah. Semoga semua lelah dan usahamu selalu mendapatkan ridho dari yang maha kuasa yah suamiku. Aku dan farani selalu ada disampingmu...

Jumat, 08 Januari 2016

koleksi handmade

salah satu koleksi handmade dengan tema shabby chic...
untuk koleksi lainnya follow my ig @fentytrinitie_broshandmade

Kaya dan Miskin

Dalam segi kehidupan bermasyarakat tentu kita akan banyak menjumpai beraneka macam dan ragam sikap dan sifat manusia. Tidak menuntut kemungkinan dari semua itu pasti ada yang kita sukai dan tidak. Perbedaan suku, agama, ras, budaya dan pendidikan pun bisa jadi pembeda yang sangat berarti.
Namun nyatanya yang paling mencolok adalah pembeda dari segi materi antara si kaya dan miskin. Sekarang kita lihat disekitar kita, kadang kita bisa melihat suatu kelompok yang beranggotakan para orang kaya atau kelompok dengan anggota orang biasa. Kenapa bisa terjadi seperti itu? menurut pendapat saya, gaya hidup merekalah yang mengelompokkan mereka. Orang kaya berkumpul dengan mereka yang kaya dan membicarakan tentang apa yang baru mereka beli apa yang ingin mereka beli, dan bayangkan jika ditengah tengah obrolan mereka ada 1 orang biasa yang mungkin tidak mampu untuk mengikuti gaya hidup yang seperti itu, apakah ia akan merasa nyaman? tentu jawabannya tidak.Secara alamiah orang itu akan menjauh dari kelompok tersebut. Mereka yang hidup biasa-biasa saja pasti akan merasa jengah dengan topik pembicaraan yang seperti itu. Dan lebih kejamnya lagi, kehidupan saat ini seperti itu adanya. Yang miskin akan semakin miskin dan yang kaya akan tetap kaya. Sering saya berfikir, andaikan saya orang kaya, saya ingin menggunakan uang saya untuk pendidikan saya. Mungkin saya akan mengambil kursus bahasa dan bisa melanjutkan kuliah di luar. Tapi bersyukurlah saya karena saya masih mampu kuliah di dalam negri. Lantas bagaimana dengan orang lain yg mungkin kehidupannya tidak seberuntung saya?. Lihatlah, mereka selalu diremehkan, kurang diperhatikan, terlantar dan terlupakan. Disaat mereka mati matian bekerja untuk sesuap nasi, ada sebagian dari mereka yang dengan mudahnya menghamburkan uang mereka. Adilkah kehidupan ini? mereka yang miskin pun tidak memilih untuk terlahir dengan kehidupan yang seperti itu. Dan bersyukurlah mereka yang terlahir dengan kehidupan yang mapan karena sesungguhnya kaya atau miskin masing masing adalah sebuah ujian kehidupan.

note : tulisan ini hanya berdasarkan pemikiran dan asumsi saya. Jika ada yang tidak berkenan silahkan sampaikan pendapatnya. Tetapi apapun pendapat itu, asumsi saya tetaplah begitu adanya. berpendapat itu bebas...dan saya juga tidak mengusik anda. trimakasih.

SALAM

Jumat, 25 September 2015

Intermezo (untukmu lelakiku)

Untukmu yang selalu memberikan yang terbaik untuk ku.
Tahukah engkau, setiap doa yang ku panjatkan akan selalu terucapkan namamu.
Doa terbaikku selalu mengiringi setiap langkahmu.
Mungkin kau tak pernah tahu atau mungkin juga engkau tahu.
Kau adalah yang terbaik yang aku miliki untuk dahulu kemarin sekarang esok dan seterusnya.
Kau yang setiap pagi pergi untuk memenuhi tanggung jawabmu kepada ku.
Kau yang tanpa lelah dan mengeluh selalu menuruti apa yang ku mau.
Kau tanpa mengeluh selalu sabar akan aku yang terkadang banyak menuntut.
Dalam malam di setiap tidurmu, ku pandang wajah lelahmu.
Engkau lelakiku..
Semoga engkau selalu mendapatkan kemudahan di setiap tindakan dan perbuatan baik yang engkau lakukan.
Terima kasih lelakiku.. papa faraniku..


Senin, 10 Agustus 2015

Farani MPASI

Tadinya mau post semua moment masa kehamilan sampai farani anakku terlahir didunia ini. Tapi waktunya yang gak sempet banget, kalau baca blog nya bunda-bunda yang masih bisa nulis blog sambil ngurus anak and bekerja bussssettt dah salut banget. 
Kali ini aku akan berbagi cerita tentang masa-masa MPASI faraniku. Alhamdulillah farani sekarang sudah 8 bulan. Sejak 6 bulan ia sudah aku kasih MPASI. Untuk menu pertama karena masih awam dan masih bingung mau kasih menu apa ke farani akhirnya berdasarkan rekomendasi tetanggayang sudah berpengalaman punya dua anak, aku disarankan pakai bubur gasol dulu (bubur organik) waktu itu aku belinya online. Akhirnya nyoba dulu beli yang rasa beras merah dan kacang hijau. Pertama kali makan alhamdulillah farani suka dan tidak ada kendala alias suksessss. Waktu itu baru aku kasih makan sehari sekali, tapi pas hari ke 3 ternyata dia bosan akhirnya aku kasih pure buah campur ASI. Buahnya pun aku pilih yang ada ajah dan mudah di dapat seperti pisang (farani suka banget, tapi udah bosen pas usia 7 bulan kayaknya gara-gara terlalu sering), pepaya, apel, pear, buah naga, alpukat, jeruk. Sayurannya waktu usia 6 bulan aku kasih wortel (dia gak suka, di keluarin lagi kalo di kasih), brokoli, kacang panjang, tomat. Usia 6 bulan makannya lumayan gampang. Usia 7 bulan ini nih, aku kayak jadi buta menu. Kasihan faraniku karena semangatku buat cari menu buat farani perlahan jadi menurun. Farani hanya makan seadanya, nasi lumat aku kasih wortel, kembali ke bubur gasol lagi, kadang nasi plus brokoli lagi dan lagi-lagi hanya itu. Mulai sadar waktu lihat anak tetangga yang ibunya semgat banget buat MPASI dan aku jadi malu sendiri, akhirnya semangatku muncul kembali. Usia 8 bulan, aku mulai mengenalkan rasa pada farani dan itu pun terjadi gara-gara mudik, seharusnya farani baru tahu rasa-rasa usia 1 tahun tapi waktu mudik pola makannya amburadul dan terpaksa saat pulang kembali ke rumah akupun mengikuti pola makan waktu mudik (waktu mudik farani MPASI nya udah kena gulgar). Aku bikin bubur tim buat di aku kasih sayuran kuah (kasih wortel brokoli bawang bombay sebagai penyedah gulgar dikit dan air) dan alhamdulillah farani lahap banget makannya, jadi semakin semangat. Tiap hari menu farani ganti karena kayaknya dia mengikuti jejak papanya yang harus ganti-ganti menu tiap makan. ini nih menu yang pernah aku kasih ke farani di usia 8 bulan.
1. Nasi lumat plus sayur wortel dan kacang panjang
2. Nasi lumat plus sayur brokoli dan wortel
3. Nasi Tim plus sayur oyong (kuahnya pake kaldu bikin sendiri)
4. Nasi tim plus kaldu, ceker ayam dan keju
5. Nasi lumat plus Sayur bayam dan jagung manis
6. NAsi lumat plus sayur brokoli, sosis, dan tempe
7. Nasi lumat plus Sayur wortel dan sosis
8. Nasi lumat plus Kaldu ayam dan telur.

Menunya baru seputar itu sih, soalnya di mang sayurnya juga adanya itu-itu ajah. Untuk fingerfood nya kadang aku kasih buah jeruk, pepaya, apel, melon, kadang juga aku kasih biskuit milna dan regal.
Tapi farani kayaknya lebih suka dengan rasa asin atau gurih daripada manis. Pernah waktu itu aku kasig kerupuk (fiy : farani jarang memasukkan apapun ke mulutnya) tapi pas aku kasih kerupuk aku kaget karena kerupuknya kabis dia jilat-jilat ampek lembek. Karena kan kerupuknya gurih, terus aku coba kasih kue yang manis dan hasilnya tetep utuh, dia cuma makan sedikit ajah.
Sekarang juga lagi sibuk cari-cari menu biar gak bosen dan yang masak ini juga biar semangat and kreatif. Soalnya udah persiapan mau 9 bulan.

Sabtu, 04 April 2015

Malam Minggu ( Operasi Sesar )

Tidak terbayangkan kalau aku akan mengalami yang namanya Operasi, di suntik, diinfus, memakai selang oksigen, dibius dan masuk dalam ruang operasi adalah pengalaman yang tak akan terlupakan, begitu mengerikannya (bagiku). Aku yang begitu takut dengan jarum suntik harus mengalami itu semua, tapi tak apalah aku berjuang demi anakku. Semua persiapan telah selesai, aku memasuki ruang operasi pukul 17.00 WIB. Ruangan itu begitu dingin dan tidak tahu berapa derajat suhu disitu, yang pasti aku sampai menggigil. Operasi dilakukan oleh Dokter bedah dan Dokter kandungan.

Malam Minggu ( Pengalaman Melahirkan dengan Operasi )

Hari itu masih ingat jelas dalam ingatan, hari sabtu 22 November 2014 pukul 05.00 WIB suami menjemput mertua ke stasiun, karena memang sejak diberitahu kalau aku sudah mengalami flek darah tanda persalinan, mertua esok harinya langsung memutuskan untuk langsung menuju Karawang. Jauh-jauh dari PAsuruan, Jawa Timur. Sampai dirumah Karawang sekitar pukul 06.00 WIB dan sudah aku siapkan teh panas, kasihan habis perjalanan jauh. Pukul 09.00 aku dan suami memutuskan untuk memeriksakan kandungan ku yang tepat pada waktu itu memasuki ke 41 minggu, sedikit ada rasa takut apalagi dari hasil tes CTG dan diagnosa Dokter kandunganku menyatakan kalau aku harus operasi sesar untuk melahirkan. Tapi aku masih berharap untuk bisa melahirkan secara normal. Tempat periksa yang biasanya aku memeriksakan kandungan ternyata sudah fullbooking, memang Dokter ST (inisial) tersebut terkenal komunikatif dan menolong, wajar kalau pasiennya banyak dan alhasil aku pun merayu petugas pendaftaran supaya bisa di masukkan untuk pemeriksaan hari ini dan untungnya bisa dengan alasan konsultasi kehamilan dan sudah terjadi pembukaan 1 (memamng waktu itu aku sudah mengalami pembukaan pertama). Hasil dari diagnosa Dokter ST (inisial) tersebut menyatakan keadaan kehamilan baik-baik saja padahal watu itu saya juga menunjukkan hasil dari tes CTG (menurut dokter ED (inisial) hasilnya detak jantung bayi lemah) tapi menurut Dokter ST normal-normal saya, disitu saya mulai ragu. Pukul 12.00 WIB aku dan suami pulang kerumah dengan masih dalam keadaan bingung harus bagaimana, antara menunggu sampai terjadi kontraksi dan pembukaan sehingga dapat lahiran normal atau Operasi sesar. Kami akhirnya memutuskan untuk periksa ke Dokter ED, pukul 13.00 WIB kami periksa ke RS. LM (inisaial) dan saran dari Dokter ED yaitu Operasi sesar karena melihat dari kondisi bayi yang sudah mulai mengalami penipisan supply oksigen dan detak jantung yang mulai lemah. Waktu itu aku mengajukan pertanyaan apakah boleh di induksi dan Dokter ED menjelaskan bila diinduksi kemungkinan berhasilnya 50:50, bila proses itu berhasil maka kelahiran secara normal akan aku alami tapi kalau tidak berhasil maka tetap operasi sesar yang akan dilakukan. Dokter ED pun memberikan perumpamaan Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, karena proses induksi itu sangat menyakitkan dan kalau tidak berhasil maka Operasi akan dilakukan dan itu artinya aku mengalami kesakitan 2 kali. Dengan saran dan perbandingan yang diberikan maka hari itu juga aku dan suami memutuskan untuk melakukan Operasi Sesar.

Dimulai dari sini

Tadinya mau bikin blog buat jualan, udah ada beberapa produk yang sudah di share tapi ga bertahan lama akhirnya memutuskan untuk dijadikan tempat nge-share karya tulisku ajah..yaaa...bisa dibilang kayak cerpen dan cerbung.. Setelah posting beberapa karya tulis, tujuan berubah kembali ke tujuan awal dan jadilah blog ini amburadul isinya. tapi setelah lama off gara-gara hamil, lahiran dan mengasuh my princess farani akhirnya sekarang bisa nge-blog lagi dan memutuskan untuk menjadikan blog ini sebagai media untuk membagikan semua karya-karya, pengalaman dan apapun itu yang telah aku buat ataupun aku alami...Yuhuuuuuu.....
Blog Gado-Gado.
Problem satu lagi, mau ganti judul blog jadi apa yah...Jaeri-Jaeri kayak gimana yah...kurang sip...mau pakek judul Trinitie ajah deh...semoga membawa hokiiiiiiii...
Dan mulai saat ini 4 April 2015, blog ini resmi jadi Blog Gado-gado

Sabtu, 25 Oktober 2014

Koleksi Jaeri Craft 4

Uyeeeeee lagi kenceng-kencengnya upload foto hasil dari kreasi jaeri craft nih..




Kamis, 23 Oktober 2014

Koleksi Jaeri Craft 3

Masih dengan tetap upload beberapa koleksi dari Jaeri Craft yah...

1

2

3

4

5

ELGA Part 4

Sejak kejadian itu, Elga mulai merubah sikapnya, entah itu dirasakan oleh Yoga atau tidak.
Sementara itu, ternyata diluar kedai sudah ada Yoga yang mendengar semua pembicaraan dari Elga dengan Tyo. Yoga hanya terdiam, kemudian ia berbalik menuju mobilnya. Ternyata setelah Elga turun dari mobilnya, Yoga yang merasa penasaran memutuskan untuk mengikuti Elga pergi. Sungguh suatu hal yang diluar dugaan, bagaimana ia harus bersikap besok saat bertemu Elga. Sungguh situasi yang rumit dan Yoga juga merasa bersalah pada Elga yang sebenarnya sangat tidak pantas ia perlakukan seperti itu.
“Terus, apa rencanamu selanjutnya?? Memaafkan dia atau memutuskan hubunganmu dengan dia?” Tanya Tyo.
“Aku nggak tahu, tapi aku sakit hati. Aku berusaha jadi yang terbaik untuk dia, tapi…” tangisnya kembali menghentikan perkataannya. Tyo hanya terdiam dan mengelus bahu Elga.
*****************************
Keesokan harinya, Yoga tidak menjemput Elga seperti biasanya. Mereka berangkat sekolah sendiri-sendiri dan saat disekolahpun, saat keduanya berpapasan keduanya seperti tidak kenal satu sama lain. Tapi setelah berjalan cukup jauh, Yoga memalingkan pandangannya untuk melihat Elga. Sungguh begitu berubah sikap Elga. Elga yang dulu selalu tersenyum untuknya walaupun mungkin dalam hatinya tidak demikian sekarang terasa begitu dingin. Kalau saja Yoga tidak mendengarkan percakapn kemaren, pasti ia akan bingung dengan sikap Elga yang seperti ini, atau mungkin ia akan pura-pura tidak tahu.
Hari pertama perayaan ulang tahun sekolah dibuka dengan acara dance dari para dancer sekolah dan selanjutnya yaitu acara lomba-lomba yang tertera dijadwal. Yoga sempat mencari sosok Elga di sekian banyak kerumunan para siswa cewek tetapi tidak menemukannya. Ia berfikir apakah Elga memilih untuk menyendiri karena masalah kemarin, dan menurut Yogapun itu hal wajar yang pasti akan dilakukan oleh orang yang sakit hati.
Setelah selesai permainan, Yoga berniat mencari Elga. Ia memutuskan untuk minta maaf. Tetapi ia sama sekali tidak dapat menemukan Elga. Lalu ia menghampiri Susan salah satu sahabat Elga.
“San, lihat Elga nggak?”
“Cari ajah sendiri.” Jawab Susan jutek.
“Plisss san, penting nih.”
“Hellooooo…..mau apa nyari’in Elga, belum puas yah bikin sakit hatinya.”
“Maksudnya?”
“Nih anak pura-pura bego lagi.”
“Oh..Iya, aku emang salah dan aku mau minta maaf sama dia.”
“Percuma”
“kok…”
“Elga sekarang mungkin udah dalam perjalanan ke Jogja. Tadi dia kesekolah Cuma mau pamit sama guru-guru ajah.”
“Ke Jogja????”
“Ga tahukan kamu?? Soalnya dari dulu kamu emang ga pernah mau tahu tentang Elga. Sebaik apapun Elga sama kamu, tapi tetep kamu ga akan bisa suka sama dia.” Yoga hanya terdiam mendengar penjelasan Susan.
“Elga tahu kok kalau kamu ga suka sama dia, Elga merasa kalau kamu selalu terpaksa saat sama dia. Tapi aku ga nyangka kalau kamu sangat kejam. Kamu udah biarin Elga selalu nunggu kamu.” Yoga tetap terdiam.
“Coba kamu pikir selama ini, apa yang kamu suka dan kamu ga suka Elga tahu semua. Tapi kamu, apa yang kamu tahu tentang Elga. Elga sudah menyerah dengan hubungan yang seperti ini. Empat hari yang lalu rencananya Elga mau memberitahu masalah ini ke kamu dan bertanya tentang hubungan kalian. Tapi omonganmu sama teman-temanmu sudah cukup memberinya jawaban dari pertanyaannya.”
“Jadi….”
“Udahlah, kamu pikir sendiri.” Susan berlalu meninggalkan Yoga yang merasa menyesal karena perilakunya terhadap Elga. Dan apapun yang terjdi, nasi sudah menjadi bubur. Tidak ada lagi Elga si pacar yang kutu buku selalu menemaninya dan selalu menyediakan bekal dan minum saat ia latihan Basket. Tidak ada lagi Elga yang selalu tersenyum menunggunya. Dan kini hanya ada rasa sesal. Mungkin sudah tidak berarti, tetapi andai ada kesempatan untuk bertemu kembali, Yoga pati akan meminta maaf dan akan meminta Elga untuk dapat terus menemaninya. Karena yang ia rasakan selama ini salah. Ia yang merasa Elga membosankan, itu bukanlah Elga yang membosankan, tetapi Yoga lah yang tidak mampu untuk membawa suasana sehingga membuat Elga juga enggan untuk berbicara. Dalam hatinya Yoga berjanji akan menemukan Elga kembali suatu saat nanti.

Tunggu sampai aku lulus SMA ini dan aku akan menemukanmu kembali.

Koleksi Jaeri Craft 2

Alhamdulillah semua yang Jaeri Craft buat tidak ada yang sia-sia, semuanya laku terjual
1

2

3

4

5

Koleksi Jaeri Craft 1

Hii semua, mencoba untuk membagikan gambar-gambar dari koleksi Jaeri Craft yang lebih fresh dan terbaru, tapi ada beberapa yang memang sudah Sold Out..
1

2

3

4

5

Muncul Kembali




Setelah sekian lama menghilang dari dunia ke nge-Blog-an (bahasanya ga enak banget)... Muncul kembali dengan Alhamdulillah kondisi yang sehat dan sedang hamil 9 bulan anak pertama.
Kesibukan selama hampir 9 bulan ini tetap sama yaitu membuat bros handmade, barangkali ada yang minat untuk lihat koleksi-koleksi ready stok dari Jaeri Craft langsung ajah follow instagramnya di @fentytrinitie_broshandmade atau bisa juga kunjungi facebook Jaeri Craft


Minggu, 02 Februari 2014

Bros Kolaborasi Part 3

Haiiiii All Readers...
Setelah sekian lama belum sempat posting akhirnya hari ini bisa juga posting..
Hari ini aku akan posting bros kolaborasi di februari ini...
ini foto-foto yang aku upload juga di Instagram.
jangan lupa kunjungi instagram Jaeri-Jaeri yah,,, @fentytrinitie














Add caption

Rabu, 29 Januari 2014

Dompet Kecil,Pouch,Dompet Koin???

Hallo Readers...hari ini berlalu dengan 5 jam bikin Dompet kecil/Pouch/Dompet koin terserahlah mau dinamai apa ajah juga boleh..multifungsi..:)
ini tuh cerita asal muasalnya inget-inget kalo ke kondangan kan biasanya pakai tas melulu, tas kecil buat isi amplop gitu.
Nah pas kemaren liat foto temen di nikahannya temen, dia lagi tenteng-tenten dompet gitu..dompet gold.
jadi keinget kalau aku nggak punyak dompet yang modelnya kayak gitu.
Iseng-iseng coba buat...
lumayanlah hasilnya,,walaupun dibuatnya bener-bener handmade jahitnya pakai tangan..


warna coklat dengan paduan bunga warna gold..hehehehe...
agak kurang besar sih kalo dibawa ke kondangan, tapi lumayanlah..punya dompet 5 jam..
(efek gak punya mesin jahit)

Kamis, 23 Januari 2014

ELGA Part 3

Minggu ini sekolah akan terasa sangat ramai karena seperti pada tahun-tahun yang lalu kalau hari ulang tahun sekolah pasti kegiatan belajar mengajar selama satu minggu akan berkurang dan itu yang telah lama ditunggu oleh para siswa. Banyak kegiatan lomba-lomba antar sekolah yang akan diadakan disini. Dan pastinya wajib diikuti oleh seluruh siswa siswi.
“Ulang tahun sekolah kali ini kamu mau ikut lomba apa El?” tanya Yoga saat mengantarnya pulang sekolah. Walaupun seperti ada jarak diantara mereka tapi setiap berangkat dan pulang sekolah Yoga selalu bersama Elga.
“Aku nggak ikut apa-apa.” Jawab Elga singkat.
“Kalau tahun lalu ikut apa?” Elga menggelengkan kepala. Yoga jadi heran kenapa Elga seperti memberikan jarak diantara dirinya dan Yoga. Padahal biasanya Elga antusias menjawab pertanyaan Yoga.
“Kamu kenapa El?” tanyak Yoga. Dan kembali lagi Elga hanya menggelengkan kepala.
“Aku turun didepan yah.”
“Kamu mau kemana?”
“Ada urusan sebentar, kamu pulang ajah dulu nanti aku naik angkota.”
Sebelum turun dari mobil Elga tak lupa mengucapkan terimakasih.
Tumben-tumbenan dia seperti itu, kenapa yah?? Dan jawaban dari penasaran Yoga pun tak terjawab.
Elga yang meminta untuk turun tadi berjalan menuju sebuah kesebuah kedai minuman kecil disalah satu gang. Dia menemui seorang pemuda yang  usianya mungkin lebih tua 3 tahun dari usia Elga sekarang.
“Hai, tumben!” sapa pemuda yang bernama Tyo itu. Elga duduk disalah satu bangku dan menundukkan kepalanya kemudian menangis.
“Kenapa?” Tyo segera menghampiri Elga dan tangis Elga semakin menderu.
“Aku salah apa? Dia tega,  aku benci dia. Dia...” Elga takmampu meneruskan kata-katanya.
“Dia siapa?” Tanya Tyo yang sepertinya penasaran.
“YOGA.” Jawab Elga kemudian ia terdiam dan mulai bercerita.
Siang itu Yoga tidak ada jadwal untuk latihan dan biasanya Yoga dan teman-temannya akan berkumpul di ruang olahraga. Elga yang mau bilang ke Yoga kalau ia mau pulang lebih dahulu berniat menemui Yoga di ruang olahraga dan sebelum ia masuk ia sempat mendengar pembicaraan Yoga dan teman-temannya yang menyangkut Elga.
“Udah berapa bulan tuh sama si kutu buku, awet nih.” Goda Zaki dan diikuti derai tawa yang lain.
“Iya tuh, adem ayeem ajah. Betah tuh, emang asyik yah jalan sama dia?” celetuk yang lain, Irwan.
“Ahh...kalian, kayak nggak ngerti ajah. Bisa dibayangin sendirikan, jalan sama orang aneh kayak dia. Udah pendiem,  ga asyik, bikin boring. Huuuuffftttt....kalo ga gara-gara aku pengen tunjukin ke kalian kalau aku mampu bertahan sama dia selama satu tahun, udah dari dulu kali tuh monster aku lempar ke samudra Pasifik.” Jelas Yoga an diiringi tawa semua temannya.
“Sadis Mas brooo..” ujar Sandy.
“Peduli amet. Amet ajah ga peduli sama dia. Hahahaha.....” .

Dan belum sempat Elga mendengarkan semua pembicaraan dari mereka, ia langsung berlari menjauh dari ruangan yang seharusnya ia tiak pernah masuk kesitu atau bahkan berhubungan dengan orang yang ada didalamnya.